Wednesday, October 23, 2019

Camera OV7670

Di tutorial ini saya akan membahas bagaimana menggunakan kamera OV7670 menggunakan Arduino. Kamera tipe OV7670 ini banyak dijual di pasaran dan toko-toko online. Dengan ukuran yang kecil dan harga yang masih lumayan terjangkau kamera ini bisa menjadi salah satu pilihan buat kalian yang ingin membuat sistem dengan pembacaan image. Sebelum ke tutorial, saya kasih bocoran sedikit mengenai fitur dari kamera OV7670 ini untuk bahan pertimbahan sebelum membeli :)



Fitur

Kamera OV7670 ini termasik jenis modul FIFO dengan supply 3.3V dc. Untuk posisi dan konfigurasi pin juga tersedia beragam di pasaran. fitur utama dari kamera ini antara lain
  • Menyediakan full frame image
  • Gambar 8 bits dengan beragam format
  • Array image dapat dioperasikan hingga 30 frame per second (FPS)
  • Terdapat sensor array image (656x488 pixel)
  • Terdapat timing generator
  • Processor sinyal analog
  • Support A/D conveter
  • Support test pattern
  • Support digital sinyal processing
  • Skala untuk gambar
  • Port untuk video
  • Komunikasi SCCB (Serial Camera Control Bus) IIC dengan maksimum clock 400KHz
Komunikasi (Sinyal Handshaking)
  • VSYNC. Output Sync Vertikal (Selama frame aktif, sinyal LOW)
  • HREF. Referensi Horisontal (Selama pixel baris aktif, sinyal HIGH)
  • PCLK. Output Clock Pixel. Clock running (Data aktif saat sinyal rising edge
Langsung saja ke tutorialnya

Alat dan Bahan
  • Kamera OV7670
  • Arduino UNO
  • Jumper
  • breadboard
  • Laptop/Komputer
  • Software untuk menampilkan gambar (bisa download disini)

Wiring

Buat rangkaian/sambungan seperti gambar di bawah ini
Download program disini
Karena pada dasarnya komunikasi antara kamera OV7670 dengan Arduino menggunakan IIC, jadi pastikan di IDE kalian sudah ada library komunikasi IIC nya (biasanya sudah default bawaan dari IDE nya)

Setelah download selesai, kompile dan upload ke Arduino.

Nah, setelah itu jangan lupa buka software interface yang tadi sudah di download ke laptop/komputer.

Ta...da..., jika tidak ada masalah maka akan muncul gambar secara realtime pada software tersebut.



Monday, October 21, 2019

u8glib Library Datasheet / User Manual

u8glib merupakan library untuk LCD device. Biasanya di Arduino IDE sudah include dengan library ini. Nah bagaimana dengan penggunaannya??

Berikut user manualnya



LCD OLED 1.3 inch dan Arduino

Tutorial kali ini akan membahas bagaimana memprogram LCD tipe OLED menggunakan Arduino. Untuk tutorial ini OLED display yang digunakan berukuran 1.3 inch dengan backlight warna putih dan komunikasi dengan Arduino menggunakan IIC. 

Yap!!
Buat kalian yang ingin membuat sistem / mesin / alat yang membutuhkan tampilan tapi dengan ukuran mini dan simple, LCD tipe ini sangat cocok sebagai pilihan. Hal ini karena dimensi dari OLED ini hanya 3.55x3.33x1.1 cm dengan area layar tampilan sebesar 3.32x1.7 cm dan jumlah pixelnya sebesar 128x64.

Yuk, langsung saja ke tutorialnya

Alat dan Bahan
  • lcd tipe OLED 1.3 inch
  • Arduino Nano
  • Jumper Male to Male
  • Breadboard
 
Wiring
Buat rangkaian seperti di bawah ini



Untuk tegangan supply OLED bisa menggunakan 5V atau 3.3V (dalam tutorial ini menggunakan supply 3.3V) dan untuk beberapa modul OLED posisi VCC dan GND ada yang terbalik, Jadi pastikan kalian menyambungkan dengan benar ya.

  OLED                Arduino
   VCC   ---------     3.3V
   GND  ---------    GND
   SCL   ---------      A5
   SDA  ---------      A4

Program
Untuk program kita menggunakan library u8glib (biasanya sudah ada di IDE Arduino nya, jadi tidak perlu download lagi).
Buat program seperti di bawah ini
Jika sudah, kompile dan upload program ke Arduino. Jika tidak ada yang error, maka akan tampil tulisan Hello World! pada OLED.
Selamat mencoba

Oh iya, jika butuh referensi library u8glib bisa cek link ini

Datasheet Skala Indikator Timbangan Digital

Datasheet Skala Indikator Timbangan Digital
  • Sonic A1-7
  • XK315A-1x
  • XK315A-1GB


Sunday, October 20, 2019

Setting Digital Timer ON OFF (LOP, CL, OP)

Tutorial kali ini saya akan share bagaimana setting parameter pada timer digital. Untuk review lebih lengkap mengenai jenis timernya bisa cek link ini ya..

Di tutorial ini saya membaginya menjadi 2, yaitu menggunakan beban DC dan AC. Yuk langsung saja

Mengontrol Beban DC
Disini saya menggunakan fan/kipas komputer yang berukuran 8x8 cm.
Hasil yang saya inginkan adalah ketika tombol ditekan, fan diam selama 5 detik baru kemudian fan berputar selama 10 detik.

Alat dan bahan
  • Adaptor 12V
  • Push Button
  • Timer
  • Fan/Kipas 12V
  • Kabel
Wiring
Buat rangkaian seperti gambar di bawah ini.


Setting Parameter
  1. Nyalakan timer, tunggu hingga tampilan pada led 000
  2. Tekan tahan tombol SET selama kurang lebih 2 detik
  3. Pilih Mode P-2 (tekan UP/Down untuk memilih)
  4. Tekan SET, akan Muncul tampilan OP, 
  5. Tekan UP/Down untuk mengatur nilai relay aktif (10 detik)
  6. Tekan SET, akan muncul tampilan CL
  7. Tekan UP/Down untuk mengatur nilai relay off (5 detik)
  8. Kemudian tekan tahan tombol SET selama kurang lebih 2 detik
  9. Tunggu tampilan led 000
  10. Selesai

Mengontrol Beban AC
Untuk yang beban AC, disini saya menggunakan lampu 220V yang biasa dipasang di rumah-rumah. Kali ini lampu akan saya kontrol dengan sekali menekan tombol, lampu akan menyala selama 5 detik kemudian akan mati selama 10 detik dan akan berulang sebanyak 7 kali. 

Alat dan Bahan
  • Lampu 220V AC + fitting
  • Steker
  • AC to DC Converter (saya menggunakan yang outputnya 5V)
  • Push Button
  • Kabel

Wiring
Buat rangkaian seperti di bawah ini



 
Setting Parameter
  1. Nyalakan timer, tunggu hingga tampilan pada led 000
  2. Tekan tahan tombol SET selama kurang lebih 2 detik
  3. Pilih Mode P3.1 (tekan UP/Down untuk memilih)
  4. Tekan SET, akan Muncul tampilan OP, 
  5. Tekan UP/Down untuk mengatur nilai relay aktif (5 detik)
  6. Tekan SET, akan muncul tampilan CL
  7. Tekan UP/Down untuk mengatur nilai relay off (10 detik)
  8. Tekan SET, akan muncul tampilan LOP
  9. Tekan UP/Down untuk mengatur jumlah perulangannya (7 detik)
  10. Kemudian tekan tahan tombol SET selama kurang lebih 2 detik
  11. Tunggu tampilan led 000
  12. Selesai

Wednesday, October 16, 2019

Digital Timer


Timer. Yap, kali ini saya akan sedikit me-review tentang timer. Untuk tutorialnya bisa cek di link ini ya.

Timer yang akan saya review kali ini bentukannya seperti gambar di bawah ini ya.. (Googling dan tanya penjualnya juga ngga tau nama model atau tipe nya, hehe. Keywordnya cuma timer digital ON OFF). 

Tapi jangan under estimate dulu. Meskipun kecil (62 x 38 x 17 mm) dan murah (harga online berkisar 55rb ~ 70 rb an), timer ini dilengkapi dengan beberapa fitur dan pilihan seting yang lumayan banyak. Hanya saja kekurangannya 1, tanpa box. Tapi buat saya ngga ada masalah karena jadi gampang menyambungkan dengan komponen lainnya. So, langsung saja saya jelaskan port2 dan tombol bawaannya.




Keterangan


  1. Port Power Supply. Nah untuk dapat menyalakan timer ini kita harus memberi tegangan DC berkisar 5-30V. Lho kok nomor 1 nya ada 2 ya?? Tenang gan, di timer digital jenis ini di sediakan 2 jenis port untuk powernya (bisa pilih salah satunya aja) yang pertama berupa soket microUSB dan terminal Screw. Enaknya, kalau dirumah agan/sista ada charger microUSB tinggal tancepin aja nih ke timer, langsung deh aktif. Nah untuk yang kedua ini port supply nya berupa terminal screw kalau-kalau di rumah agan charger pada dipakai semua, trus adanya cuma adaptor yang 12V (misal, hehe) nah bisa disambungkan ke port yang ini.
  2. Port Trigger. Ini fungsinya untuk mengaktifkan/memerintah kapan relay ON/OFF. Caranya?Tinggal sambungkan pin trigger dengan sinyal DC (3~24V) dan GND ke ground. Untuk yang menggunakan tombol untuk mengaktifkan relay, nah disini nih portnya. Lebih lengkapnya ada di link tutorial ya.
  3. Port Output. Nah disini baru pin untuk sambungan yang akan kita kontrol ya. Terdapat 3 pin output Yaitu NO, NC, dan yang tengah Com. Nah disini kalian bebas mau menyambungkan di pin yang NC-Com atau NO-Com.
  4. Tombol Setting. Timer ini memiliki 4 buah tombol untuk settingannya antara lain STOP, SET, UP, dan DOWN.
  5. Relay. Relay ini yang digunakan untuk memutus/menyambung output. Banyak yang tanya timer ini berapa sih maksimal bebannya? Nah, kalian bisa cek maksimal bebannya di tulisan di relay ini ya. Kalau yang punya saya merek relaynya Songle max. di 10A.
  6. Port Supply. Ini kalau kalian mau solder menyolder power supplynya (misal mau dihubungkan dengan komponen yang lain dengan 1 power supply).
  7. gnd-gnd. Ini kalau sinyal triger dan inputan kalian 1 jalur boleh di solder/disambung untuk memudahkan


Fitur
Timer ini memiliki range waktu yang luas dan tentunya bisa di atur mulai dari 0.1 detik sampai 999 menit. Keren ya..
Lalu, gimana nih cara seting/mengubah range waktunya?
Pertama, coba lihat di display nya, pada masing2 angka memiliki titik kecil kan, nah titik ini fungsinya sebagai penunjuk ya, jika yang tampil pada led :
  • 000. (satu titik paling kiri) berarti range waktunya antara 1 - 999 detik, misal pada display tampil 12. maka artinya perhitungan waktunya adalah 12 detik
  • 00.0 (titik berada di angka kedua) berarti range waktunya antara 0.1 - 99.9 detik, misal pada display tampil 10.5 maka artinya perhitungan waktunya adalah 10.5 detik
  • 0.0.0 (titik berada di setiap angka) berarti range waktunya antara 1 - 999 menit misal pada display tampil 7 maka artinya perhitungan waktunya adalah 7 menit (beda dari versi yang pertama ya)
untuk memilih range waktu (memindahkan posisi titik) tersebut cukup klik tombol STOP saat dalam mode setting OP/CLnya. Ingat ya cukup klik saja, jangan terlalu lama di tekan.
Nah muncul kode baru kan ya, itu OP CL. Jadi, untuk setingan timer ini ada 3 parameter yaitu OP, CL, dan LOP.
  • OP. Merupakan parameter berapa lama timer aktif/ON
  • CL. Kebalikan dari OP, CL merupakan parameter berapa lama timer OFF
  • LOP. Jumlah pengulangan / loopingnya. Misal LOP di set ke 3 maka timer akan ON OFF sebanyak 3 kali. 
Trus Gimana dong supaya bisa mengubah nilai2 itu?
Simple.
Pertama Nyalakan Timer (beri tegangan)
tunggu beberapa saat
Kemudian Tekan tahan tombol SET selama 2 detik
booooom...Anda sudah masuk ke mode Setting
Untuk mengganti mode tinggal klik tombol UP atau Down, dan klik SET jika sudah OKE 

Di mode Setting ini terdapat 7 pilihan, antara lain
  1. P1.1 : Relay akan aktif selama waktu OP jika trigger pin mendapat sinyal
  2. P1.2 : menghitung ulang sinyal trigger
  3. P1.3 : Reset sinyal, relay akan off, dan menghentikan clock
    (Pada dasarnya mode P1.1 - P1.3 hampir sama)
  4. P -2 : Sinyal trigger, relay akan mati sebesar nilai CL dan akan nyala selama nilai OP
  5. P3.1 : hampir sama dengan mode P-2 dan dapat berulang sebanyak LOP
  6. P3.2 : kebalikan dari mode P3.1
  7. P-4 : sinyal holding 
Dan Setelah saya coba, begini kesimpulannya
  • Mode P1.1 sampai P1.3 mode kerjanya sama yaitu ketika trigger sinyal aktif timer akan menghintung mundur waktu OP yang kita seting sebelumnya.
  • Mode P-2 timer akan menghitung mundur sebanyak waktu CL dan akan aktif selama waktu OP, tentunya setelah trigger diberi sinyal ya.
  • Mode P3.1 dan P3.2 ini mirip dengan mode P-2 dengan tambahan parameter LOP, jadi timer akan OFF selama set waktu CL dan ON selama waktu OP dan berulang sebanyak nilai LOP yang kita setting.
  • Mode P-4 ini mirip sama dengan mode P1.1~P1.3
Jadi secara garis besar hanya ada 4 mode utama. Dan bagusnya lagi ketika power di matikan setingan yang telah kita buat akan tersimpan. Jadi cocok untuk digunakan sebagai timer di sistem yang membutuhkan timer dan hanya sekali setting saja.